Monday, March 17th, 2008
Saatnya Pulang
Terkatung, terhuyung,
dan akhirnya jatuh berderum
Sesaat menjelang
saatnya pulang
Putih disudut jendela
tersenyum jumawa mengulurkan tangannya
Sungguh bahagia
hingga kau lupa ada apa sebenarnya
Sejenak terasa sangat
hangat
Bias surga menggelora
ditelapak tangannya
Ingin rasanya segera
kesana
Tersentak
Mereka menangis
Memegangi, meratapi,
dan memohon, disamping seseorang yang terasa amat dikenal
Terhenyuh dalam riuh dan
ingin kembali kepada mereka
Mereka masih butuh
Mereka ingin utuh
mereka sungguh –
sungguh
Putih merayu
Menjanjikan
kebahagiaan yang tak bisa menunggu
Sekaranglah saatnya
Detik ini tepatnya
Aku menyerah
Mungkin kalah,
mungkin juga sebaliknya
Mengingat mereka
Terkatung, terhuyung,
dan akhirnya jatuh berderum
Saatnya pulang